Buat yang ingin tahu/yang mau mendaftarkan anaknya sekolah Pre-School atau TK di jepang (mungkin yang lagi tinggal dan bawa keluarga di Jepang), berikut ini aku coba share tentang pengalaman mendaftarkan Kiyo (3yrs old) sekolah.
Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti sistem edukasi disini, tetapi yang pasti untuk bisa masuk sekolah TK (yochien) min umur 3th sebelum ajaran baru (ajaran baru adalah bulan April). Disini tidak tahu juga pre-school atau TK apa bedanya, karena yg ada ya yochien ini. Biaya yochien untuk private yochien sangat tinggi (khususnya buat kami sih ^_~), ada juga yg publik lebih murah. Tapi yang tidak perlu ditakuti biaya yochien (private) disini tidak seperti di Indonesia yang satu orang dg yg lain bisa berbeda diukur dari brp bny rumahmu, mobilmu, tagihan listrik dll hehe, disini sama smua, dan untuk tiap sekolah juga rata2 hampir sama untuk biaya masuk dan bulanan.
Karena kami tinggal di Misato Danchi, termasuk Misato City, Saitama, yochien yang dekat di daerah kami adalah private school semua, tidak ada yg publik. Berbeda dengan daycare (hoikusho), daycare disini disupport oleh pemerintah, untuk bisa menitipkan anak kita, ada syarat dan ketentuannya dimana salah satunya misal dua2nya bekerja, atau kita ada keperluan apa (bisa penitipan per jam an), harus mendaftar di kantor kota (syakusho), dan biaya penitipan tergantung tax income (kira2 begitu, perhitungannya bagaimana saya tidak tahu). Daycare bisa menampung sampai umur 6th, jam dari pagi sampai sore, bisa extended juga dg tambahan biaya tentunya. Nah, biasanya nih kalau kedua orang tua bekerja, kebanyakan mereka menitipkan anaknya di daycare, walaupun umur mereka sebenarnya sudah cukup untuk masuk Yochien, tp tetap saja dimasukkan ke hoikusho ini (ini bbrp temanku jg begitu katanya kalau yg sudah besar juga sama diajarin spt di yochien, ada waktu tidur, bermain, belajar, bernyanyi gituh, dan waktunya jg lama dari pagi-sore, senin-jumat, kalau sabtu atau minggu tergantung tiap hoikusho buka atau tidak).
Saya juga pernah bertanya ke syakusho, bagaimana cara menitipkan anak ke hoikusho, ya karena syaratnya harus bekerja, atau saya memang benar2 dalam kondisi khusus, misal sakit, atau hamil jadi waktu itu tidak bisa karena memang saya tidak punya pekerjaan/hamil. Tapi rupanya kita bisa memasukkan anak ke hoikusho walaupun saat itu belum ada job, jadi kita diberi tenggang waktu 1 bulan unk cari kerja jika dalam 1 bln ini blm mendapatkan kerja ya terpaksa anak dibawa kembali ^_^, tapi ini tergantung juga ya dengan ketersediaan hoikusho, kalau hoikusho penuh kita jg harus antri menunggu. Syarat mendaftar, mengisi form yg disediakan di syakhuso, permit of engangement bla..bla..(dari imigrasi), kalau suami student : katanya bawa surat dari profesor kalau mmg suami sekolah/di kampus dari pagi-sore (yg ini tidak jelas ya maksudnya apa), dokumen lain...kalau sudah dpt kerja ya bawa surat keterangan dari perusahaan yg bersangkutan yg menghire kerja.
Back to Yochien....akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan Kiyo ke Yochien saja, dengan alasan tentunya kan kami tidak selamanya disini, kalau pindah ke negara lain/back to Indonesia, bisa transfer sekolah, kalau daycare apakah bisa diakui kalau itu sekolah? jangan-jangan malah nanti buang umur saja harus ulang dari awal.
Untuk masuk sekolah yochien disini, pengambilan form pendaftaran langsung di tiap sekolah, setiap bulan Oktober (tanggalnya lupa tgl 1 atau 15, tp ini fleksibel), dan pengembalian formulir awal bulan Nopember. Saya dan suami cek and ricek 3 tempat yochien di sekitar daerah kami. Sebetulnya bingung juga cek and ricek apanya?karena tidak bisa bahasa jepang hehehe. Saya minta bantuan dari culture center yg bisa bahasa inggris, cewek ya sudah setengah tua tapi baik hati, jadi kalau saya tanya-tanya ttg yochien, dia yang telponkan. O ya di Misato city, atau sekitar tempat tinggal kami tidak ada International School, jadi terpaksa juga ambil sekolah lokal, lagipula kalau international school rasanya harga sangat lebih tinggi dibandingkan sekolah lokal yg menurut saya saja sudah mahal ^_^. Kawatir juga, bagaimana nantinya Kiyo bisa ngikutin sekolah tidak....
Dari 3 yochien yang sudah kami lihat, rata2 untuk biaya sekolah sama, tinggal kami memutuskan yang mana, karena tidak punya referensi, jadi mengikuti teman saja, kebanyakan foreigners yang tinggal di Misato danchi dan bawa keluarga menyekolahkan anaknya di Tensi School, pas kebetulan deket banget ama gedung apartemen kami. Saya juga sempat tanya2 dan mengunjungi bersama teman, katanya ada pelajaran bhs Inggris walau hanya 1mg 1x hehehe, dan ada juga foreigner studens spt Srilangka, Mesir, malaysia yg pernah sekolah disitu. Ya sudah akhirnya kami memutuskan untuk mengambil Tensi School ini. Sayang...seribu sayang...guru dan staffsnya tak ada yg bs berbahasa Inggris sama sekali hehehe, jadi kalau benar2 terpaksa saya harus meminta bantuan dari culture center (kita kominkan) buat bantuan translate. So tough.......berikut website sekolah Kiyo : http://www.tensi.ac.jp/index.html
Beberapa kali jutek juga urusan sekolah ini, habis mau tanya tidak bisa bahasa jepang, bumpet rasanya.
Pada waktu pengembalian formulir sudah ditentukan waktunya, jadi kami bertiga datang ke sekolah tsb, kemudian menunggu giliran dipanggil, kita mendapat souvenir berupa buku cerita, buku gambar, crayon, notes (dlm bhs jepang tentunya), satu per satu dipanggiil dan wawancara sedikit dengan kepala sekolahnya, tidak begitu formal kok, dan karena kita jg tidak bs bhs jepang ataupun sana tak bisa bhs inggris, jd menggunakan bahasa tubuh dan yaa sedikit kami mengerti. Diantaranya ditanya apa sudah bisa kencing/ke toilet sendiri, buang air besar sendiri. Ya kami bilang kalau buang air besar sendiri belum bisa, masih di diapers. O ya..ya..
(Ternyata bbrp waktu yg lalu ketika saya harus isi data2 lagi dan dikembalikan ke sekolah, disitu ada pertanyaan buang air besar sendiri bisa atau tidak, waktu itu karena saya minta bantuan org jepang buat translatein (udah setengah tua org ini) dia kaget kalau Kiyo belum bisa, wah dia bilang tidak bisa masuk TK lo....hmm jutek juga ama orang ini, kalau gak bisa si KepSek mana mau terima Kiyo!!bilang dong dari awal).
Waktu pengembalian form kita membayar uang pendaftaran sebesar 3000 yen, dan uang masuk sekolah sebesar 60,000 yen.
Dan pada bulan Desember, kita membayar kembali sebesar 15,000 yen untuk uang fasilitas dan juga waktu untuk pengepasan seragam. Sayangnya karena saya dan Kiyo sedang pulkam jadi waktu itu tidak bisa, saya suruh suami untuk kira2 saja, tapi suami tidak ngerti juga, tidak bisa, katanya jg ngepas sepatu, itu sudah ada ukurannya tinggal pilih uk 100,110,120, 130 (uk jepang), walah...ya saya bilang ya ukur aja bawa catatan baju Kiyo.
Ya sudahlah akhirnya boleh nanti pas seragam tunggu Kiyo balik ke jepang, sekalian suami tanya-tanya apakah ada seragam second hand biasanya kalau yg sudah lulus ada yg meninggalkan di sekolah. Waktu itu ada jaket..karena harga jaket mahal banget...
Biaya seragam untuk winter dan summer +- 25000 yen, rinciannya :
- jacket : 5670 yen
- celana/skirt : 3780 yen
- blouse lgn panjang : 1575 yen
- blouse lgn pendek : 1470 yen
- kaos sports lgn panjang 1995yen
- kaos sport lgn pendek ; 1890 yen
- celana sports : 1470 yen
- smock blus (semacam celemek bentuk baju): 1260 yen
- tas : 3250 yen
- topi winter : 2310 yen
- topi summer : 2000 yen
- sepatu putih buat didalam kelas : 475 yen
- sepatu putih buat olah raga ; 475 yen
- sepatu hitam dari rumah ke sekolah : .....bebas warna hitam, kalau beli di toko sekitar 3000-4000 yen
Banyak juga ya....saya masih beli untuk yg winter saja sekarang.
Ternyata baru kepikiran, saya beli hanya 1 pcs per itemnya, sedangkan seragamnya kan dipakai tiap hari...atau dalam 1 minggu berbeda2???.......(informasi ini belum saya tanyakan).
Untuk kaos kaki bisa beli sendiri, winter warna biru tua, summer putih, beruntung saya akhirnya menemukan kaos kaki biru tua panjang seharga 98 yen ^_^, karena rata2 harganya sekitar 400 yen.
Selain biaya diatas, untuk biaya sekolah: 21000 yen/bulan, biaya child care good 6500 yen/yr, teaching material: 9000 yen/yr, air conditioner facility : 9600 yen/yr, events fee : 3000 yen/yr, dibayar sebelum masuk sekolah. Bento : 300 yen per 1x meal
Untuk bento, kemarin kami pertama putuskan untuk pesan selama 1 bulan dulu, karena kami pikir untuk penyesuaian, tapi gurunya sempet tanya kenapa hanya 1 bulan...lah ya memang kenapa...memang mahal kok, lagipula saya kawatir jg belum tentu Kiyo ini makan habis, dan suka semua.
Nah..di jepang, ada juga hojokin (support money dari pemerintah), sangat bermanfaat buat status kita yg tinggal di jepang sbg student, ini kita bisa minta subsidi keringanan biaya sekolah, tapi yang memintakan dari sekolah, jadi kita isi form dan pihak sekolah yang akan mengirimkan ke syakhuso, subsidi akan diberikan belakangan (bulan apa tidak tahu) ---> ini kami masih belum tahu juga, dari pengalaman teman yg pernah memasukkan sekolah anaknya disini, mereka bisa mendptkan keringanan, kira2 katanya uang masuk sekolah bisa kembali. Tetapi detailnya untuk hojokin ini saya belum tahu pasti, apakah dilihat berdasar tax income atau bgmn..sebab suami skg kan bukan student, tp posisi sudah researcher.
Tinggal 3 minggu lagi Kiyo masuk sekolah, tanggal 8 April nanti, saya belum mempersiapkan tas kain, belum memberi nama pada tiap baju2 seragam dan tetek bengek lainnya hehehe.
Selain tas sekolah, biasanya anak sekolah juga akan membawa tas kain ukuran kotak untuk isi baju seragam atau sepatu atau apa lah, nah disini saya membuatkan 1 tas kain isi baju olah raga uk 35x30x7, 1 tas bento uk 20x20, handuk uk 30x30 ada talinya. Untuk tas kain ini kata gurunya bisa beli di toko, tapi saya lihat2 lah...1 tas kain +- 1000 yen...jadi sebelumnya dari Indo saya sudah bawa kain motif kartun buat dijahit sendiri hahahaha.
Untungnya lagi, tas sekolahnya bukan yang tas kotak kulit itu loh...seperti tas nya nobita, tahu kan, kalau tas itu minimal plg murah setahu saya 10.000 yen (Rp 1 jt), waaksss bisa mampus dah.
Ini saja, saya kebingungan waktu mau nyobaik seragam duuh susahnya, Kiyo ndak mau pake!!! kaos kaki aja ndak mau, gimana ini waktu sekolah nanti hari H...?????
Tidur juga waktunya terbalik...tidur tengah malam..bangun siang.......Oh No......!!!
Terus saya kawatir bagaimana apa dia bisa mengerti di sekolah ? Sekarang ini dia hanya mengerti bhs indonesia saja, bhs inggris sudah tidak saya ajarkan lagi, krn ya krn Kiyo mmg lambat bicara jadi saya coba untuk 1 bahasa dulu biar tidak bingung.
Lalu kalau siang, saya tidak mau kasih dot lagi...siapa yg mau bikinin susu botol n ngedot di sekolah...wah gak ada!!! Ndak seperti di Indo, guru pre-school masih mau buatin susu dot.Dsiini???...Btw...this is my problem sih..
1. Gimana cara supaya anak tidak ngedot lagi?
2. Ajarin poop di toilet? --> ini sih kesalahanku ndak ngajarin dari baby..kebiasaan di diapers trs sih..dooh.
Cerita sekolah to be continued yah..